Berita Terbaru

Belajar Merangkai Relay

Relay, kalau kita artikan ke bahasa indonesia sebenarnya relay itu artinya adalah menyiarkan, mengganti atau misal relay station yang artinya stasiun pengulang atau lebih sering disebut stasiun pancar ulang.

Jadi dari definisi sederhana itu mungkin kalau melihat fisiknya yang ada anak kontaknya, bisa kita sebut sebuah relay itu menghidupkan atau menyalakan ulang. dari mana? dari tegangan dengan sumber yang kecil untuk menyalakan daya yang besar.

Banyak dari produk yang saya buat di duwiarsana.com menggunakan relay dalam rangkaian nya. Hampir semua rangkaian yang ada kaitannya dengan kontrol nyala listrik saya masih menggunakan relay ketimbang dengan SCR. Pemilihan relay justru saya katakan lebih asik karena arus yang dapat dilewati bisa dc ataupun ac yang besar maupun yang kecil, karena sistem kerja nya sangat sederhana seperti sebuah saklar tunggal pada umumnya.

Namun tidak sedikit dari teman teman yang juga aga kebingungan untuk merangkai sebuah relay terhadap beban listrik dan sumber listrik yang ada.

Banyak pertanyaan yang dikirimkan ke saya seperti ; “output relay tidak ada tegangan sama sekali, padahal relay sudah berbunyi” atau ” saya sudah pasang kedua kabel lampu di kontak relay tapi tidak menyala”

Nah banyak sekali terjadi kesalahpahaman tentang relay itu sendiri. Relay yang saya sering gunakan adalah relay dengan kaki yang berjumlah 5 (ada juga yang sangat banyak kakinya tergantung jumlah kontak nya). Untuk relay yang kakinya 5 tentu saja dua buah kakinya adalah kaki untuk bagian coil atau induktor pencipta medan magnet itu sendiri. Bagian coil ini berfungsi untuk menarik lempengan logam yang tadinya terhubung kebagian kaki NC relay menjadi terhubung ke kaki NO relay saat diberikan tegangan.

Nah kalau kita menghubungkan sebuah beban listrik katakanlah sebuah lampu langsung ke kaki kontak tadi tentunya lampu tidak akan menyala. Karena relay bukan lah sumber listrik, melainkan sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik daya besar dengan hanya digerakkan oleh arus listrik daya kecil pada bagian coil nya.

Mungkin rangkaian sederhana dari video yang uda saya buat dibawah ini bisa membantu temen temen untuk bisa merangkai relay terhadap beban dan sumber listrik.

Hasil Pencarian :

Jangan Lupa Cek Juga Artikel Di Bawah Ini
Modul Belajar Mikrokontroller Panjerino
views 1362
Kamu mau belajar mikrokontroller tapi bingung harus mulai dari mana? mungkin bingung juga apa yang harus dibeli? Saat saya masih SMK, saya juga pernah...
Rangkaian Saklar SMS dan Android Baru
views 2118
Halo temen temen, dah lama sekali ga update berita tentang perkembangan project saklar sms nih. Sebelum sebelum nya saya udah pernah buat sebuah proj...
Monitoring Suhu lewat SMS
views 2394
Monitoring suhu ruangan lewat sms? ya, project ini menggunakan mikrokontroller. Ini adalah salah satu project sederhana yang pernah saya buat hampir s...
Modifikasi LCD Laptop ke LCD Komputer
views 10094
Modifikasi lcd laptop menjadi lcd monitor, memang sangat langka kita temukan di kenyataan dan memang sangat sulit kita dapatkan ada orang yang berha...
Assembled an ESR component tester by yourself
views 1012
In this article we will learn the way on how we assemble a tester component or people call it an ESR meter. They name it an ESR meter because the too...
Rangkaian Saklar Bluetooth 2 Relay
views 1836
Tumben saya bikin sebuah saklar bluetooth cuma pakai 2 relay aja nih. Waktu itu kan lagi musim musim nya bikin ogoh ogoh di sekitar tempat saya tingg...

Tentang Anak Agung Duwi Arsana

Seorang tukang service serabutan dari desa Panjer, Denpasar Bali. Senang bercerita tentang kegiatan sehari hari di blog dalam bentuk tulisan tulisan ngawur maupun di youtube dalam bentuk video yang ga jelas.

Baca juga

Membuat Saklar Suara Berbasis Arduino

Saklar suara, atau menyalakan peralatan listrik menggunakan perintah suara adalah sebuah metode praktis yang membuat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =