Membuat arduino Sendiri

Back to Blog

Membuat arduino Sendiri

Arduino, sebuah board mikrokontroller yang sangat kecil dan sekarang sedang banyak digunakan karena mudah dalam penggunaan dan banyak kegunaan nya. Arduino sendiri aslinya adalah dari negara Italy, namun banyak negara dan orang yang membuat sendiri arduino mereka dengan namanya masing masing. Seperti DfrDuino, iteaduino, seeduino dan masih banyak lagi.

Saya dulu pernah membuat sebuah duplikat dari arduino dengan komunikasi serial dengan nama ErulDuino. Erulduino tersebut sukses dan banyak peminatnya sehingga saya pernah membuat nya sampai hitungan puluhan board dan pada akhirnya saya tidak sempat dan juga kehabisan bahan baku sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan teman teman yang memesan nya. ErulDuino yang pada saat itu memerlukan sebuah kabel converter usb to rs232 agar dapat berkomunikasi dengan komputer. hal ini menyebabkan erulduino terlihat kurang praktis dari arduino aslinya namun tetap dengan harga yang lebih murah tentunya.

Erulduino yang saya buat saat itu saya design dengan menggunakan software diptrace. Erulduino design yang saya buat akhirnya diperbanyak bukan oleh saya sendiri dan juga ditambah dengan alasan kurang praktis nya yang akhirnya membuat saya berinisiatif untuk membuat sebuah cloningan arduino menjadi lebih praktis dari Erulduino, maka lahirlah PanjeRino.

Panjerino, nama yang saya ambil dari nama desa tempat saya tinggal. yaitu di desa panjer yang letaknya berada di denpasar selatan Bali. Namun teman saya ada yang mengatakan bahwa nama panjerino tersebut adalah nama yang berbahasa jawa dan memiliki arti beda. tentu saja ini bukan maksud saya disengaja, melainkan saya memang tidak sengaja memberi nama dan mempunyai arti dalam bahasa jawa.

Panjerino yang merupakan arduino buatan sendiri sekarang adalah salah satu cloningan arduino buatan saya yang sudah menggunakan port usb sebagai media komunikasi ke komputer. Selain sebagai media saluran komunikasi kirim dan terima mikrokontroller ke komputer maupun sebaliknya, panjerino ini juga sama seperti aslinya arduino, yaitu dapat menggunakan usb sebagai sumber tenaga yang dapat mencatu rangkaian sederhana sebesar 5volt.

Baca juga  Membuka Gembok Tanpa Kunci

Berikut dibawah ini adalah foto dokumentasi dari Panjerino dan beberapa foto Erulduino yang saya gunakan.

Erulduino Max232

 

 

Share this post

Comments (19)

  • low vitamin d symptoms Reply

    low vit d symptoms…

    I�ve recently started a web site, the info you provide on this site has helped me tremendously. Thank you for all of your time & work….

    1 Juli 2012 at 10.40
  • vick Reply

    ada skematic ringkas tak tentang arduino buatan sendiri ? Nak cuba

    Thank you

    3 Juli 2012 at 17.43
    • Duwi Arsana Reply

      saya tak perna buat schematic. coba refer pada datasheet masing masing komponen

      3 Juli 2012 at 17.55
  • Ari Reply

    boleh minta nilai resistor sama transistor yang dipake di panjerino nya ngga? terima kasih

    19 Juli 2012 at 16.50
    • Duwi Arsana Reply

      panjerino saya tidak menggunakan transistor. dan resistor yang dipakai hanya 1k hanya pada reset saja menggunakan 10k. terima kasih :) selamat mencoba

      19 Juli 2012 at 20.29
  • Ari Reply

    klo mau cetak pcbnya bahan – bahan yang dibutuhin apa aja ya? (pengen buat pcb sendiri soalnya:)), ada video buat pcbnya nga?, trus nilai kapasitor yang dipake diatas brp aja? (sorry kebanyakan nanya :)) terima kasih

    20 Juli 2012 at 09.48
  • masAki Reply

    Salam kenal mas,kebetulan saya juga orang jawa asli,dan saya setuju sekali kalau mas ciptakan cloning Arduino dengan nama “Panjerino” kalau dijawa ada istilah “Lintang Panjerino” kurang lebih artinya “Bintang yg Bepijar dimalam hari”….

    6 Agustus 2012 at 06.03
  • masAki Reply

    Salam kenal mas,kebetulan saya juga orang jawa asli,dan saya setuju sekali kalau mas ciptakan cloning Arduino dengan nama “Panjerino” kalau dijawa ada istilah “Lintang Panjerino” kurang lebih artinya “Bintang yg Berpijar dimalam hari”….

    6 Agustus 2012 at 06.05
    • Duwi Arsana Reply

      wah berarti ga salah juga ya saya ngasi namanya :)

      7 Agustus 2012 at 12.51
  • masAki Reply

    iya mas,pokok’e mantap deh…

    kira-kira nanti ada rencana untuk bikin Panjerino yg serba SMD apa gak,sepeti arduino mini gitu,biar semakin mungil dan praktis ??

    pokok’e saya dukung terus perkembangannya…

    9 Agustus 2012 at 03.01
  • Duwi Arsana » Kit Melajah Mikro dari Bali Reply

    […] dan banyaknya referensi di internet. Duwiarsana.com pun pernah memposting membuat arduino sendiri disini untuk dapat mempelajari mikrokontroller dengan kit murah buatan […]

    20 Oktober 2012 at 03.23
  • Kang Rossy Mangz Ochie Reply

    Panjerino nya masih jual ga gan?? berapa harganya??

    24 Oktober 2012 at 03.42
  • Vincent Kok Reply

    Hey, please informed me whenh you updated it

    26 Januari 2013 at 04.13
  • Rubi Yanto Reply

    Mas Duwi Arsana, Bisa Minta Skema dan Lay Out PCB Arduino untuk mendownload Firmware Atmega8, Bs ke Facebook Saya atau ke email Saya yanto.rubi18@yahoo.com Terima Kash Mas Duwi Arsana.

    25 Februari 2013 at 15.02
  • Wahyu Trie Yagami Reply

    Pak Rubi Yanto saya ada pak klo mau PM aja…

    17 April 2013 at 14.31
  • joen Reply

    Dah marem mas rasanya saya ubeg2 webnya,…dan yang ingin saya tanyakan harga sekarang berapa ya,untuk panjerinonya,…Oh…iya kayaknya ada yang salah tentang arti panjerino disini,kebetulan sy orang Iateng,..arti panjer rino artinya kalau menurit bahasa jawa adalah hidup (sesuatu yang memancarkan cahaya) disiang hari.Semisal lintange panjerino artinya Bintang yang hidup disiang hari.Semoga benar adanya matur suwun.

    16 September 2013 at 18.01
    • Anak Agung Duwi Arsana Reply

      iya mas,, itu juga kemaren teen yang kasi tau hehehe.. harga panjerino sekarang 180rbu mas

      17 September 2013 at 00.08
  • eendhendra Reply

    mas , adakah skema rangkaian atau panduan , saya ingin buat layout nya mas..

    24 November 2013 at 12.31

Komentar anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to Blog