Beberapa hari lalu saat saya jalan jalan bersama teman saya si gusti, saya melihat bintang jatuh lagi.

Bintang jatuh sudah puluhan kali saya lihat, mulai dari yang cahayanya terang dan juga yang redup dan sepintas. Sering nya saya melihat bintang jatuh ini mungkin karena kesenangan saya untuk melihat langit malam hari dengan durasi waktu yang membosankan.

Ya, langit malam sangat indah dan sayang untuk dilewatkan. Ditambah dengan banyaknya rasi bintang yang bisa kita kenali saat cuaca sedang cerah.

Ada beberapa keyakinan yang beredar di masyarakat, mungkin itu bawaan film atau omongan mulut ke kuping dan mulut ke mulut. Saat kita melihat ada bintang jatuh dan kita memohon sesuatu maka permohonan itu akan terwujud. Saya sebenarnya kalau sekarang ini percaya tidak percaya dengan pernyataan tersebut. Kalau dulu waktu kecil saat saya lebih sering melihat bintang jatuh, saya sangat percaya dengan hal tersebut. Kalau sekarang? kayaknya itu hanya sugesti aja.

Bintang jatuh terlihat sangat terang dan panjang, namun ada juga yang redup dan pendek. Dulu sekitar saya SMP kelas 2, adalah momen paling heboh yang pernah saya lihat dalam hal bintang jatuh. Karena saat itu cahayanya sangat terang dan besar. Saya sampai mengira itu akan menabrak rumah saya. Dan belakangan ini memang benar ada beberapa berita yang mengabarkan rumah rusak terkena benda asing dari luar.

Ngomongin tentang bintang jatuh, sebenarnya beneran ga sih ada bintang jatuh?

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu mungkin ada baiknya kita mengenal dulu yang namanya bintang. Apa itu bintang?

Lihatlah langit pada malam hari, maka kamu akan melihat banya bintang dilangit saat cuaca cerah. Benda dilangit yang bercahaya seakan ber-kerlap kerlip dan berwarna warni.

Baca juga  Belajar Las Listrik

Dalam pengertian ilmu pengetahuan, bintang dijelaskan sebagai sebuah benda atau bola hydrogen dan helium. Dengan massa yang cukup sehingga mampu mempertahankan fusi nuklir didalam intinya. Wow, ada reaksi nuklir ternyata pada bintang.

Apa salah satu contoh bintang?

Matahari. Matahari adalah salah satu contoh bintang yang paling dekat dengan bumi.

Lalu bintang dilangit yang kedap kedip itu dimana? itu sama dengan matahari. cuma jaraknya sangat jauh disana, sampai sampai jaraknya diukur dengan sekian juta tahun cahaya. Satuah apa tuh? bayangin aja kamu idupin lampu super terang jaraknya ratusan kilometer diujung. brapa menit cahaya itu sampe kamu lihat dari saklar on ditekan? tentunya mungkin ga sampe satu detik. Nah kali deh tu kecepatan nya sekian juta tahun. berapa kilometer 😀

Oiya, matahari adalah bintang dari sistem tata surya kita. Lalu apakah bitang di langit juga ada tata surya nya? ada planet nya? punya orbit orbit? berevolusi? berotasi? Ya, tentu saja ada. Masing masing bintang ada planet nya juga mengelilingi bintang tersebut, hanya saja tidak sama seperti kita namun menyerupai. Bisa aja ukuran nya beda, waktu eolusi nya beda, dan yang lainnya.

Sebagai perbandingan ukuran bintang yang pernah ditemukan selain bintang kita yaitu matahari kamu bisa lihat pada video berikut.

Kebayang ga betapa kecilnya kita dibanding dengan benda lain yang ada di alam semesta ini.

Lalu apa itu bintang jatuh? apa bintang (contohnya matahari) yang mati trus jatuh ke bumi? pastinya bukan 😀 bayangin aja bintang dari tata surya kita yaitu matahari segede itu jatuh ke bumi. 😀 adanya kebalik, bumi yang jatuh ke matahari baru bener hehehe ..

Baca juga  Membuat Game Flappy Bird

Bintang yang mati itu bukan jatuh kebumi atau ke planet lain. faktanya adalah, sebuah bintang yang mati atau akan mati malahan bintang itu ga bisa menahan grafitasinya sendiri yang begitu kuat akibat reaksi fusi nuklir yang abis juga. Jadinya meledak deh si bintang itu. dan memancarkan gamma ray. Karena ga bisa menahan grafitasi nya sendiri akhirnya terciptalah blackhole yang dapat menyerap benda disekeliling nya bahkan sampai cahaya juga kesedot kedalam black hole tersebut.

Nah kalau yang kita sebut bintang jatuh itu apa? kan bersinar terus hilang.

Yang kita sering sebut bintang jatuh itu sebenarnya adalah benda angkasa seperti batu atau meteor yang jatuh kebumi atau ke planet lainnya.

Tapi kok bercahaya? kan batu.

Ya, dia bercahaya karena saking cepetnya masuk ke bumi dari luar angkasa, benda luar angkasa tersebut bergesekan dengan beberapa lapis atmosfer bumi yang menimbulkan panas dan cahaya, itu yang menyebabkan dia bercahaya.

Trus kok sebentar cahayanya?

Sebentar atau lama itu dipengaruhi dari ukuran benda angkasa yang masuk ke bumi. Kalau ukuran nya kecil sekali tentu aja akan habis duluan sebelum semua atmosfer terlewati. kalau besar akan menjadi sangat terang bahkan jatuh sampai ke permukaan bumi seperti yang belum lama ini terjadi di rusia.

Jadi apa bintang jatuh itu benar benar ada? dan ternyata yang jatuh itu bukan bintang, tapi benda angkasa seperti batu atau meteor teman teman 🙂

Coba lihat permukaan bulan dengan teleskop bintang, permukaan nya berlubang lubang atau cekung cekung. Itu akibat hantaman benda angkasa karena bulan tidak memiliki atmosfer. Coba bayangin kalau bumi ga ada atmosfernya, bisa hancur deh kena meteor terus. 🙁 yang pasti oksigen kabur duluan karena ga ada yang pegang.

[ads1]

Bintang Jatuh, Beneran ga sih?

2 gagasan untuk “Bintang Jatuh, Beneran ga sih?

  • 3 Oktober 2015 pukul 12.30
    Permalink

    Mohon koreksi nya:
    1. bulan mengitari bumi sesuai lintasan orbit yg disebabkan oleh gravitasi bumi yg “menarik” bulan?
    2. bumi mengitari matahari sesuai lintasan orbit yg disebabkan oleh gravitasi matahari yg “menarik” bumi?
    mohon pencerahannya (tansoehan68@yahoo.com)
    tq a lot,

    Balas
    • 4 Oktober 2015 pukul 00.17
      Permalink

      bagian mana yang perlu dikoreksi mas?
      bulan dapat mengitari bumi karena kecepatan orbitnya mengimbangi gaya tarik dari gravitasi bumi, namun faktanya adalah bulan semakin menjauh karena mendapat effect juga dari tabrakan meteor.
      bumi berputar mengelilingi matahari karena kecepatan orbit bumi seimbang dengan gaya tarik gravitasi matahari. orbitnya pun sbenarnya oval, bukan melingkar yang dikarenakan oleh rotasi matahari yang “wiggle”.
      Secara 2 dimensi gaya grafitasi digambarkan sebagai trampolin yang ditengahnya diberi bola besi sehingga trampolin tersebut cekung ke titik berat bola besi. jika kita letakkan sebuah bola lagi tanpa kita berikan gaya untuk memutar disekelilingnya otomatis bola tersebut akan jatuh dan menempel ke bola besi tadi. namun jika kita berikan putaran melingkar dengan nilai yang sesuai maka bola tersebut akan berputar mengelilingi bola besi tsb, walaupun trampolin cekung. kalau terlalu keras maka bola akan menjauh, kalau terlalu lemah maka bola akan menempel ke bola besi. sesuai dengan analogi ruang dan waktu secara 2 dimensi yang dikemukakan oleh pak Einstein. jika keliru mohon dikoreksi kembali.

      Balas

Komentar anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.