Sudah hampir sepekan denpasar diselimuti mendung yang berpindah pindah, hal tersebut memaksa saya untuk berangkat ke kampus dengan bersandal ria namun tetap menyelipkan sepasang sepatu lusuh saya di bawah sadel sepeda motor.

Matahari yang sudah terang saat jam 6 pagi membuat saya tidak tentu berangkat ke kampus, karena biasanya jam 6 pagi itu suasana masih gelap. Ditambah dengan mendung yang terlihat pekat di daerah selatan sana, yaitu daerah dimana tempat kampus kedua saya berada.

Biasanya sepulang kampus saya langsung saja ngacir di jalan bypass menuju rumah, namun tadi siang cerita nya agak beda sedikit. Dengan berbekal sebungkus plastik Tugas akhir seseorang saya berangkat ke sebuah tempat percetakan untuk mengambil sebuah benda yang merupakan bagian dari project tugas akhir teman saya yang saya tinggalkan disana. keneh nya sih kemarin mau ngasi TA nya, tapi karena ada bagian yang ketinggalan dan saat itu sudah tutup, akhirnya hari ini saya ambil.

Perjalanan yang dihiasi basah kuyup akibat hujan memaksa si jas hujan turun tangan untuk masalah ini. Sepulang dari mengambil bagian alat itupun kondisi masih saja hujan yang ga pasti mau deras atau mau reda. Tak lama sepeda motor saya berjalan saya pun jenuh bertemu dengan kemacetan dimana mana, daerah gajah mada pasar badung saat itu macet sangat. pergerakan motor saya hanya beberapa meter dalam semenit.

Kemacetan itu bukan karena hujan, namun setelah saya melihat di beberapa ratus meter kedepan dengan mata super saya, saya melihat ada blokade jalan yang dimulai dari perempatan tengah jalan gajah mada hingga puputan badung., entah ada acara apa itu pun saya tidak tahu.

Baca juga  Parade Ogoh Ogoh Desa Panjer

Belum selesai dengan jengkelnya kemacetan, lagi lagi saya di hebohkan dengan hal yang menggelikan sekali. Banjir tak hanya terjadi di daratan tanah saja. Saat itu saya melintasi jembatan yang melewati tukad badung yang besar, disana pun juga bisa terjadi banjir yang lumayan dalam. Bagaimana bisa diatas jembatan terjadi banjir. ya saya pikir itu akibat dari tidak adanya saluran drainase pada jembatan itu sehingga lucu sekali kelihatannya kalau ditengah jembatan yang dibawahnya tidak ada apa apa malahan menampung air sehingga menyerupai danau.

Banjir.

Loading

Jembatan Pasar Badung Banjir

Komentar anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.