Berita Terbaru
Beranda » Mikrokontroller » Belajar membuat thermometer seven segment

Belajar membuat thermometer seven segment

Mendengar kata thermometer mungkin sudah biasa bagi kita. karena disekolahan pernah kita belajar tentang beberapa nama alat ukur. Thermometer banyak yang jual, mulai dari yang tabung kaca, sampai digital. Tentu juga harganya beraneka ragam, tergantung dari jenis dan kegunaan nya. Selain membeli, tentunya kamu yang senang dengan hal merakit perangkat elektronika ingin membuat sendiri thermometer sendiri.

Tentunya ada banyak sensor suhu yang dijual di toko komponen, tapi disini saya menggunakan sensor suhu lm35. dan modul yang saya pakai untuk mencobanya adalah modul belajar mikrokontroller dari duwiarsana.com. Disana sudah terdapat dua digit seven segment yang dapat langsung kita gunakan tanpa harus menambahkan komponen lain lagi.

Untuk pengaturan pin setiap segment dan digit dapat kita posisikan bebas, hanya saja nanti kita akan mengaturnya pada bagian coding. seven segment yang digunakan disini adalah tipe common anoda yang mana jenis ini akan aktif jika common nya kita berikan tegangan positif sedangkan disetiap segment nya kita beri negatif.

int digit1 = 11; //semua yang dipakai untuk digit adalah
pin pwm biar bisa contrast diatur
int digit2 = 10; 

int segA = 14; //pin tiap segment boleh diacak yang penting ga bikin repot aja
int segB = 4; 
int segC = 3; 
int segD = 5; 
int segE = 15; 
int segF = 9; 
int segG = 8; 

void setup() {                
  pinMode(segA, OUTPUT);//inisialisasi semua pin sebagai out
  pinMode(segB, OUTPUT);
  pinMode(segC, OUTPUT);
  pinMode(segD, OUTPUT);
  pinMode(segE, OUTPUT);
  pinMode(segF, OUTPUT);
  pinMode(segG, OUTPUT);

  pinMode(digit1, OUTPUT);
  pinMode(digit2, OUTPUT);

}

void loop() {

  int baca = analogRead(A5); //sensor di analog 5
  baca = (5.0*baca*100.0)/1024.0;

  displayNumber(baca);

  delay(1000);  //jeda 1 detik (1000 millisecond)
}

void displayNumber(int toDisplay) {

#define DIGIT_ON  HIGH
#define DIGIT_OFF  LOW

  long beginTime = millis();

  for(int digit = 2 ; digit > 0 ; digit--) {//setiap digit dinyalakan
bergantian dengan cepat
    switch(digit) {
    case 1:
      digitalWrite(digit1, DIGIT_ON);
      break;
    case 2:
      digitalWrite(digit2, DIGIT_ON);
      break;

    }

    nyala(toDisplay % 10);
    toDisplay /= 10;

    delayMicroseconds(500); 

    nyala(10); 

    //Turn off all digits
    digitalWrite(digit1, DIGIT_OFF);
    digitalWrite(digit2, DIGIT_OFF);
    digitalWrite(digit3, DIGIT_OFF);
    digitalWrite(digit4, DIGIT_OFF);
  }

  while( (millis() - beginTime) < 10) ; 

}

void nyala(int numberToDisplay) {

#define SEGMENT_ON  LOW
#define SEGMENT_OFF HIGH

  switch (numberToDisplay){//konversi angka ke setiap segment

  case 0:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_OFF);
    break;

  case 1:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_OFF);
    break;

  case 2:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_ON);
    break;

  case 3:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_ON);
    break;

  case 4:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_ON);
    break;

  case 5:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_ON);
    break;

  case 6:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_ON);
    break;

  case 7:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_OFF);
    break;

  case 8:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_ON);
    break;

  case 9:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_ON);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_ON);
    break;

  case 10:
    digitalWrite(segA, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segB, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segC, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segD, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segE, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segF, SEGMENT_OFF);
    digitalWrite(segG, SEGMENT_OFF);
    break;
  }
}

Nah untuk setiap pin yang dipakai jika kamu mengikuti coding diatas berarti kamu harus mengikuti susunan pin diatas agar seven segment dapat menyala dengan baik. konfigurasi dari setiap segment kamu bisa perhatikan pada gambar disamping ini. dan jika seandainya kamu ingin menambahkan beberapa digit angka kamu hanya perlu menambahkan perulangan pada penyalaan digit dan juga modulus perhitungan nilai yang ada pada rumus diatas saja.

Baca juga  Membaca Sensor LDR Dengan Arduino

dibawah ini adalah video hasil ujicobanya menggunakan modul belajar panjerino.

Tentang Anak Agung Duwi Arsana

Seorang penulis blogger di duwiarsana.com dan duwiarsana.net yang juga memposting video kegiatan yang dilakukan melalui media YouTube. Untuk saat ini saya belum bekerja, dan masih bekutat di seputaran hobi saya, yang selalu saya update pada blog dan YouTube.

Baca juga

skematik buka pintu sidik jari

Sidik Jari Untuk Kunci Membuka Pintu

Alat Membuka Pintu Dengan Sidik Jari ini adalah pengembangan dari alat sebelum nya dengan judul …

5 komentar

  1. pm dong mas, brpa hrga 1 packet dari modul belajarnya? terima kasih

  2. mksd ane, krim balesan via email > afwanzikri@gmail.com

  3. Mas aku udah upload coding diatas tapi angka di seven segmentnya kedip2 itu kenapa ya?

  4. Posting sangat bagus dan luar biasa.. bagi yang ingin membuat thermometer digital dengan PCB dan source code yang saya sediakan disini disini <a href="http://rokhmad.blogspot.com/2014/11/membuat-thermometer-digital-dengan.html">http://rokhmad.blogspot.com/2014/11/membuat-thermometer-digital-dengan.html</a&gt;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.