Untuk seseorang yang suka berkebun tentunya menyiram tanaman adalah kegiatan yang wajib dan rutin harus dilakukan agar tanaman yang dipelihara dapat tumbuh dengan baik.
Kalau saya sendiri biasanya setiap pagi dan sore saya menyiram tanaman dirumah seperti anggrek, pohon pohon hias, dan pohon pakis yang menempel di tembok rumah saya.
Anggrek angrek yang saya gantung dengan pot tentunya harus mendapat perhatian lebih karena tanah pada pot terbut cepat sekali kering karena tidak menyatu dengan tanah di halaman (bumi)
Kadang juga kalau di perkubunan saya lihat penjaga kebun harus selalu rutin mengairi kebun nya agar tanaman yang dipelihara tidak mati.
Nah sekarang saya mau ngasi tau gimana caranya membuat alat yang mampu bertugas untuk menyiram tanaman, saat kondisi tanah pada tanaman tersebut sudah hampir kering. Ya, ga secara langsung sih nyiram tanaman nya. tapi alat ini akan menghidupkan pompa dulu, yang nantinya pompa air ini mengalirkan air ke tanaman yang ditentukan. Kalau kondisi tanah sudah cukup basah maka dengan otomatis juga pompa nya nanti akan mati dengan sendirinya.
Alat dan Bahan
Untuk membuat project ini beberapa komponen yang diperlukan adalah :
- Board Arduino (klik)
- Sensor Soil Moisture
- Module Relay
- Kabel Jumper
Gambar Rangkaian
Untuk menghubungkan sensor kelembaban tanah atau soil moisture sensor kalian bisa mengikuti gambar berikut sebagai referensi.
Sedangkan untuk pin yang dihubungkan ke module relay bisa mengikuti pada pin yang dituliskan pada coding arduino.
Untuk sensor kelembaban tanah, disarankan pemasangan sesuai dengan batas tanam sensor untuk mencegah terjadinya pembacaan nilai sensor yang tidak sesuai.
[ads1]
Coding Arduino
Untuk kalian yang mengikuti tutorial pada youtube, kalian bisa menggunakan coding yang ada pada jendela berikut.
[sociallocker id=2480]
int pompa=2;
void setup(){
Serial.begin(9600);
pinMode(pompa,OUTPUT);
}
void loop(){
int sensorValue = analogRead(A0);
Serial.println(sensorValue);
if(sensorValue>350) digitalWrite(pompa,HIGH);
else if(sensorValue<300) digitalWrite(pompa,LOW);
delay(100);
}
[/sociallocker]
Atau untuk kalian yang kurang paham untuk instalasi perkabelan nya kalian bisa saksikan video youtube nya berikut ini yang lengkap dengan penjelasan coding yang dibuat.


. kaka mau tnya ka untuk sambung relaynya pada arduino dibagian mna ka dan bisa minta list program untuk penyiraman tanaman otomatis pake relay ka
Untuk pompanya cara buatnya gimana ya?
bli, wiring ke relay gimana? dan jika ingin ditampilkan d LCD 16×2 tambahan codingnya gmn?
Sy mencari alat pengaturan menghidupkan lampu dan sound, berbasis clock & / stop watch. Tlg hub sy di surel. Terima kasih.
Maaf alamat URL ga valid, lupa
Salam kenal mas.
mas, kl mau pesan modul kontrol daya thrystor PWB100 A 40 bs gk.
Mohon infonya.
Trimakasih
Mas mau tanya, sensor kelembabannya yg mas gunakan ada datasheetnya ngga? kalo ada mas beli dmna yaa?
mas bedannya arduino yang DFRduino sama arduino UNO apa mas?
izin jadikan referensi pakboss
Kelemahan dari alat ini apa?
bang, untuk pompa airnya gmna ya cara buatnya?
Assalamualaikum.mas, kalo pakai sensor suhu dan kelembaban dht 11 gmn.?
Bedanya dengan soil moisture yang resistive apa ya bang?
Sama bedanya capacitive soil moisture yang abang pakai sama yang v1.2 apa ya?
Mohon pencerahannya buat tugas akhir
bg kok pompa saya tidak bisa otomatis ya on off nya mohon bantuannya bg