Frekuensi, apa sih itu frekuensi?

Frekuensi itu adalah jumlah atau banyaknya getaran yang dilakukan suatu benda dalam waktu satu detik.

Frekuensi biasanya udah diajarin pas kita SD, kalau dulu pas saya SD namanya IPA. disana kita mempelajari apa itu namanya frekwensi dan dimana penerapan frekwensi tersebut.

Di jaman yang serba digital saat ini pengunaan frekuensi sudah sangat lumrah sekali kita jumpai dalam sistem komunikasi. Hal ini ditandai adanya sebutan kata atau satuan HZ. Seperti halnya 2.4GHz frekuensi wifi, frekuensi tv digital yang beraneka ragam dan juga bahkan tv analog mulai very high sampai ultra high frekwensi.

Sejak jaman dulu frekuensi memang sudah di terapkan dalam hal komunikasi, yaitu pada radio yang terkenal oleh jasa pak marconi si penemu radio. Radio adalah alat yang memanfaatkan frekuensi untuk dapat menumpangkan sinyal suara agar bisa berpergian jauh dan didengan dari perangkat lain ditempat yang berbeda.

Sesuai dengan penjelasan nya, yaitu banyaknya getaran dalam satu detik. Bisakah kita membaca banyaknya getaran tersebut?

Kalau misalnya satu getaran dalam satu detik mungkin mata kita masih bisa menangkap atau melihat sampai menghitung getaran tersebut, tapi bagaimana jika getaran itu berupa getaran sinyal listrik yang tidak bisa kita lihat apalagi bila bergetar atau berosilasi cukup kencang? Tentunya kita memerlukan sebuah alat yang dapat membaca frekuensi atau getaran tersebut.

Alat tersebut adalah frekuensi meter, sebuah perangkat elektronika yang mampu membaca jumlag getaran listrik dalam satu detik sehingga ada angka yang ditampilkan untuk dapat dibaca oleh manusia. Frekuensi meter sendiri ada banyak jenis nya, yang saya pernah lihat hanya model jarum atau saya sebut analog dan juga model digital dengan angka angka pada layar LCD atau seven segment.

Baca juga  Kendali Listrik Berbasis Delphi

Di dalam frekuensi meter analog terdapat kumparan kumparan, kapasitor, resistor, yang akan berkerja seperti filter untuk dapat membaca frekuensi terterntu dari kombinasi rangkaian tersebut. Sedangkan frekuensi digital menggunakan mikrokontroller terdapat proses pembacaan puncak dan lembah gelombang untuk mengetahui sudah terjadi berapa siklus satu gelombang dalam satu detik sehingga didapat nilai frekwensi sebenarnya.

  Dimana frekuensi adalah n dibagi t atau waktu. misalkan dalam waktu 10 detik ternyata kita hitung terjadi 100 getaran maka 100 dibagi 10 akan menghasilkan nilai 10 dengan satuan HZ.

Di duwiarsana.com sendiri ada sebuah alat yang bisa kamu pakai juga untuk mengukur frekuensi yaitu getaran listrik dengan Vpeak sebesar 5v maksimum hanya dengan menghubungkan dua buah probe ke output yang akan diukur. Konsep pembacaan nya juga mengikuti rumus dasar dari yang sudah disebutkan. hany saja untuk frekuensi yang rendah atau terlalu tinggi dilakukan sampling beberapa data agar dapat menemukan nilai yang benar.

[button color=”purple ” size=”medium” link=”https://duwiarsana.com/merakit-komponen-tester-esr-sendiri/” icon=”” target=”false”]CARA MEMBUAT KOMPONEN TESTER[/button]

Alat tersebut adalah komponen tester. walaupun namanya adalah komponen tester tapi alat ini bisa digunakan untuk membaca frekuensi dan juga menghasilkan frekuensi. Karena banyak teman teman yang bingung dalam cara penggunaan nya maka saya membuat artikel dan video ini untuk dapat dipakai oleh teman teman sebagai tutorial menggunakan alat tersebut seperti yang sudah terekam pada video dibawah ini.

Cara Membaca Frekuensi

Komentar anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.