Monitoring, sistem monitoring. Banyak sekali sistem seperti itu digunakan di kehidupan masyarakat maupun dalam pabrik pabrik. Monitoring dalam jenis apapun sangat membantu kita untuk mengetahui keadaan tertentu dari suatu benda atau ruangan yang dimonitoring.

Dalam atikel saya sebelumnya yang berkaitan dengan kendali kelistrikan, yaitu menyalakan lampu dengan android. pada artikel tersebut ditampilkan bahwa sebuah handphone atau smart phone android dapat digunakan untuk megendalikan nyala lampu dengan melalui komunikasi bluetooth. Pada alat yang terpasang disana, yang saya beri nama panjeroid-tooth dapat mengendalikan 4 channel lampu dengan menggunakan komunikasi bluetooth ke handphone android. Dalam alat itu sudah terdapat sebuah sensor arus yang saya gunakan untuk mengetahui lampu yang dinyalakan benar benar sudah menyala atau putus saat dnyalakan. dari nilai arus yang didapat itulah kita mengetahui nyala atau tidaknya lampu, karena tentunya jika lampu tidak menyala tentunya tidak akan ada arus listrik yang mengalir pada rangkaian.

Ada beberapa cara yang digunakan untuk memperoleh atau mendapatkan nilai arus dalam rangkaian tertutup. yang saya tau sampai saat ini ada 3 cara untuk mendapatkan nilai arus sebagai monitoring nyala lampu. yang pertama adalah dengan menggunakan sensor arus ACS712, yaitu sensor arus yang sangat kecil dan bekerja berdasarkan fungsi hall effect sensor didalamnya. kedua adalah dengan menggunakan R shunt, sebuah resistor daya besar dan hambatan kecil kita serikan terhadap beban maka nilai tegangan pada resistor tersebut dapat digunakan sebagai nilai arus dengan perkalian sesuai dengan nilai R yang dipasang. Ketiga adalah dengan menggunakan sebuah CT sensor, cara ini lumayan susah karena kamu harus membuatkan sebuah rangkaian untuk dapat membaca hasil induksi dari kumparan CT sensor.

Baca juga  Membuat Api Darurat Dengan Batu

 Selain dengan mengetahui nilai arus listrik untuk mengetahui nyala lampu, ada lagi sebuah cara sangat sederhana untuk mengetahui lampu tersebut menyala atau tidak. yaitu dengan sebuah LDR. ya, ldr adalah komponen yang dapat mendeteksi cahaya dan nilai hambatannya berubah berdasarkan cahaya. Namun dengan cara yang mudah itu tentunya ldr mempunyai kelemahan nya juga, yaitu tidak akan bisa digunakan jika ruangan tersebut terang, sehingga akan sulit untuk menentukan batas lampu on dan off.

Pada video dibawah ini ada eksperiment kecil untuk monitoring nyala lampu menggunakan sebuah sensor LDR.

Loading

Monitoring Nyala Lampu

9 gagasan untuk “Monitoring Nyala Lampu

    • 15 Oktober 2012 pukul 08.31
      Permalink

      desain apa mas? layout maksudnya? sudah saya share pada artikel sebelum nya. silahkan lirik artikel lama

      Balas
  • 14 Maret 2013 pukul 19.26
    Permalink

    bermanfaat sekali mas postingan2 duwiarsana.com…… bermanfaat… 🙂

    Balas
  • 17 Mei 2013 pukul 06.54
    Permalink

    mas itu aplikasi androidnya pakek apa?
    terus bahan yang harus disiapkan itu apa ja?

    maaf masih belajar" mas 😀
    mohon bimbingannnya

    Balas
  • 19 November 2013 pukul 22.53
    Permalink

    mas klo dftr alat dan bhan a kta ambl d mna mass

    Balas

Komentar anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.