PCB, siapa yang tidak kenal PCB bagi yang bergelut di bidang elektronika.

PCB atau printed circuit board adalah komponen yang sangat penting dalam membuat sebuah rangkaian elektronika. Banyak jenis PCB yang ada dipasaran, namun yang saya sering gunakan dalam pembuatan project hanya dua tipe yaitu pertinax dan fiber. Pertinax bagi saya memiliki kelebihan dalam segi pemotongan. karena hanya dengan menggunakan cutter dan mematahkannya, sudah mendapatkan hasil yang baik dan lurus. Namun untuk PCB fiber harus menggunakan gergaji dan PCB jenis ini paling sering saya gunakan, karena selain kokoh, lapisan tembaga yang tebal, juga warna nya yang putih membuat rangkaian yang saya buat menjadi lebih menarik.

Banyak orang mungkin masih bingung bagaimana cara membuat sebuah layout pcb yang baik dan mudah. Namun untuk sebagian orang mungkin sudah memiliki trik nya tersendiri. Saya, duwi arsana akan memberitaukan trik dan cara pembuatan ala duwi arsana kepada kamu semua. Cara pembuatan PCB yang sederhana, namun menghasilkan layout PCB yang bersih dan rapi. Tidak kalah dengan kualitas PCB pabrikan. Silahkan lihat contohnya pada akhir dari artikel ini. Foto yang terpasang dibawah ini adalah asli PCB buatan tangan sendiri oleh duwi arsana dengan teknik yang diterangkan pada artikel ini.

PCB DENGAN BAHAN PERTINAX

 

PCB DENGAN BAHAN FIBER

Pertama hal yang harus diperhatikan adalah design jalur yang tidak terlalu tipis dan berdekatan. Jalur yang tipis dan salaing berdekatan biasanya akan menjadi masalah besar dalam pembuatan layout PCB secara manual ini. Dalam setiap project yang saya buat, saya lebih banyak mendesign layout PCB menggunakan software diptrace. Kenapa diptrace? karena selain mudah digunakan, diptrace juga memiliki keleluasaan dalam explorasi ukuran dan bentuk. jadi kita akan serasa memegang kendali penuh dalam design peletakan komponen sampai ukuran komponen.

Baca juga  Menyalakan Lampu Dengan Gerakan Tangan Part 1

untuk ukuran standar yang saya gunakan dalam pendesign an layout PCB adalah memiliki ketebalan jalur yaitu 0,3 mm dan jarak minimum antara jalur yaitu 1 mm. Ukuran ini merupakan ukuran terkecil dan terdekat yang memang selalu saya gunakan dalam pembuatan PCB.

Setelah design mantap, hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari permukaan PCB. Sering kali kita asik memegang permukaan pcb dengan tangan kita. hal tersebut sebenarnya bagi saya adalah hal yang salah. tangan walaupun sekering apapun biasanya masih mengandung minyak. minyak yang pasti nanti akan menempel di permukaan tembaga pcb inilah yang akan membuat pcb terlihat kotr dan membuat pola layout yang akan dicetak nanti tidak sempurna menempel. Saran say, sebersih apapun tangan kamu usahakan jika ingin memegang pcb peganglah bagian pinggir PCB dan jangan menyentuh bagian tembaga.

Untuk kamu yang memang mendapatkan PCB dalam keadaan blepotan, tenang saja, masih bisa dibersihkan kok. Ada langkah langkah yang sering saya lakukan untuk membersihkan PCB. Pertama adalah PCB harus dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan air detergen sambik di usap usap menggunakan jari yang juga di kenai air detergent. hal ini berfungsi untuk menghilangkan bekas minyak yang menempel pada permukaan pcb. Hal kedua yang dilakukan setelah pcb kering seusai dibilas adalah menggosok nya. menggosok? ya menggosok. ada beberapa orang yang menggosok permukaan pcb agar terlihat mengkilap menggunakan ampelas halus. hal tersebut sebenarnya hanya akan menggores permukaan pcb dan akan tambah menyulitkan anda untuk mencetak layout pada pcb. cara yang saya gunakan untuk mengkilapkan permukaan pcb sekaligus membersihkannya agar terlihat baru adalah menggosoknya dengan kawat pencuci piring.

Baca juga  Management Energi Listrik Online

kawat pencuci?

apa tidak tambah membuat tergores?

tidak, diawal saat akan mulai menggosok permukaan pcb dengan kawat pembersih itu memang akan terlihat goresan yang banyak, tapi tidak apa, lakukanlah terus secara berulang dan merata keseluruh permukaan maka kamu akan mendapatkan pcb yang mengkilap.

setelah pcb bersih sekarang saatnya memilih metode transfer layout yang akan digunakan. Saya menggunakan dua metode yang biasa digunakan. pertama adalah dengan mika transparan, kedua adalah dengan kertas PCB. kedua nya memiliki keunggulan dan kelemahan nya masing masing. namun bagi saya yang paling bagus adalah kertas pcb kenapa demikian? mari kita bahas.

pertama adalah menggunakan mika transparan. mika transparan ini sangat mudah ditemukan di tempat foto copy dimana pun. mika transparan atau kertas pcb sama sama harus di print menggunakan printer laser. kenapa tidak printer biasa? printer laser adalah jenis printer yang menggunakan serbuk tinta yang bereaksi terhadap panas sebagai tinta nya, sedangkan printer biasa dengan tinta cair tidak akan bereaksi terhadap panas, karena proses pencetakan akan kita lakukan dengan menggunakan setrika. Mika transparan sangat setelah di print dapat langsung di setrika pada permukaan pcb namun jalur yang digunakan tidak bisa setipis yang sudah saya terangkan tadi. kenapa demikian, karena mika transparan jika diberi panas akan meneruskan panas ke tinta yang menempel secara spontan, sehingga pemanasan yang berlangsung lama akan membuat pola gambar layout akan meluber kemana mana yang mengakibatkan rangkaian short. Namus sisi baiknya adalah kamu tidak usah membersihkan apa apa lagi dan langsung dapat di larutkan.

Cara dengan menggunakan kertas pcb sama, yaitu harus di print dulu dan di setrika, namun disini proses penyetrikaan bisa dilakukan lebih lama dari pada menggunakan mika transparan larena tinta tidak akan meluber melainkan semakit rekat ke permukaan PCB. Kurang nya adalah saat melepaskan kamu harus menghancurkan kertas itu dengan air terlebihdahulu sebelum melakukan pelarutan pcb.

Baca juga  Memperbaiki TV LCD Rusak Bergaris

Setelah proses transfer, pastikan tidak ada jalur yang terputus, jika ada tutuplah dengan menggunakan tinta dari spidol permanen.

Setelah pelarutan bersihkan tinta yang menempel itu dengan menggnakan thinner A agar cepat terlepas. Dalam beberapa kasus pastilah ada bagian tembaga pcb yang terlihat burik akibat terkena reaksi kimia saat pelarutan. Tenang saja, hal itu bisa diatasi dengan menggosoknya menggunakan kawat pembersih tadi.

dan lihatlah hasil PCB yang saya miliki menggunakan teknik tersebut diatas.

kertas pcb bisa dipesan dengan menghubungi facebook duwi arsana.

Cara Mudah membuat PCB

31 gagasan untuk “Cara Mudah membuat PCB

  • 6 Juni 2012 pukul 02.02
    Permalink

    How do you get it so nice for DIY ?? The board seems like got small boxes..so cool!!!

    Balas
  • Pingback:Jam Digital Thermostart » Duwi Arsana

  • Pingback:Layout Transfer Paper » Duwi Arsana

  • 16 Juni 2012 pukul 20.58
    Permalink

    gan bagus bener ya hasilnya

    ane minta kirimi layout usbAsp-nya ya gan dan thermo control-nya,ane tertarik gan,terima kasih

    kirim ke email ane yah di

    yuwonoandre@gmail.com

    Balas
    • 17 Juni 2012 pukul 21.02
      Permalink

      nanti di posting nih gan

      Balas
  • 16 Juni 2012 pukul 21.00
    Permalink

    gan bagus bener ya hasilnya

    ane minta kirimi skematic usbAsp-nya ya gan dan thermo control-nya,ane tertarik gan,terima kasih

    kirim ke email ane yah di

    yuwonoandre@gmail.com

    Balas
  • 26 Juni 2012 pukul 01.58
    Permalink

    mas sya da coba pke krtas art paper..tp ko’ putus2 ya hasilnya…transfernya jd ga sempurna gtu..salh dmna tu ya…tlong pencerahanya dong mas…trimms

    Balas
    • 26 Juni 2012 pukul 21.44
      Permalink

      berapa ketebalan art paper nya? art paper saya ketebalan 120gsm

      Balas
  • 27 Juni 2012 pukul 01.56
    Permalink

    ooo…gitu mas ya, sya jg ga tau sih brp tebalnya kertas yg kmaren di print..;)…sya udh coba 3 Kali tp tetep putus2…klo sya pke jertas itu kira2 gosoknya brp lama ya.??…

    Balas
    • 27 Juni 2012 pukul 20.59
      Permalink

      digosoknya sampai jalurnya terlihat menempel dengan tanda kertasnya seolah olah terlihat seperti di lem di pcb nya..

      Balas
      • 30 Juni 2012 pukul 19.23
        Permalink

        berhasil jg nh mas thankx nh…!!!!
        klo papan PCB yg bagus merk apa ya mas,di tmpat saya tembaganya tipis bngt…??

        Balas
        • 30 Juni 2012 pukul 19.45
          Permalink

          saya pakai merk DS, fr4. atau biasanya saya bilang pcb fiber nih. silahkan dicoba.

          Balas
          • 1 Juli 2012 pukul 12.06
            Permalink

            oke dh mas sya keliling dlu nh cari PCB ny, …trimss..!!!

  • 4 Juli 2012 pukul 02.55
    Permalink

    Saya ingin bertanya :
    1. Kamu menggunakan printer jenis apa?
    2. Kamu menggunakan paper apa?

    detail kan jawapan nya..terima kasih 🙂

    Balas
    • 7 Juli 2012 pukul 20.10
      Permalink

      saya pakai printer laserjet dan kertas menggunakan art paper 120gsm

      Balas
  • Pingback:Jual PCB Fiber » Duwi Arsana

  • Pingback:click here

  • 31 Agustus 2012 pukul 12.15
    Permalink

    Keren mas duwi 🙂 hasilnya rapi, solderannya juga rapi, btw nyolder smd nya pakai solder biasa atau solder uap nih ?

    Balas
    • 31 Agustus 2012 pukul 14.52
      Permalink

      Terima kasih mas eko. Saya nyolder smd pakai solder biasa mas. Kalo pake blower masih belum bisa.. Palingan buat nyopot ic smd aja pake itu. Sisanya masih pake solder hiasa nih..

      Balas
    • 2 September 2012 pukul 15.36
      Permalink

      yoi.. pasti mas eko.. nanti saya buatkan. 🙂

      Balas
  • 25 September 2013 pukul 01.08
    Permalink

    Mas Duwi, pake Printer Laser apa? Terus apakah ketebalan ketas dapat mempengaruhi hasli nanti?

    Balas
  • 9 Desember 2013 pukul 19.31
    Permalink

    kalau beli kertas nya dimana ya mas duwi ??????
    di toko photo copy ada ga ??

    Balas
  • 3 Mei 2015 pukul 14.39
    Permalink

    Mas, mau tanya:
    1. kertas pcb-nya bentuknya seperti kertas kalender atau seperti kertas pada umumnya ?.
    2. bisa tidak kalau di print biasa dengan tinta di kertas biasa dulu lalu di fotocopy dengan kertas pcb ?.

    Balas
    • 3 Mei 2015 pukul 16.06
      Permalink

      untuk kertas saya dikasi tau nama nya relis. rasanya kayak alas striker itu lo. nah untuk print hanya tinta serbuk saja yang bisa dipakai setau saya. jadi printer laser. kalau fotocopy malahan tidak bisa karena rollernya yang terlalu panas begitu.

      Balas

Komentar anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.